
ByteDance (pengembang dan pemilik TikTok) sedang mengembangkan model AI sendiri, Doubao, yang bersaing dengan OpenAI dan Google. Pinjaman ini diatur oleh Citigroup dan JPMorgan, dengan lebih dari 60% jumlah pinjaman dipasok oleh kreditur Tiongkok—ICBC, Bank of China, HSBC, dan China Construction Bank.
Dana tersebut akan digunakan untuk infrastruktur AI dan pusat data di luar Tiongkok daratan, terutama di Asia Tenggara—di sinilah ByteDance berperan sebagai penyewa kapasitas pusat data yang sedang dibangun, karena larangan ekspor AS membatasi akses ke chip canggih Nvidia di dalam negeri.
Ini adalah pinjaman dolar terbesar kedua di Asia pada tahun 2026—hanya kalah dari pinjaman SoftBank sebesar $40 miliar yang terkait dengan OpenAI.
Pada awalnya perusahaan meminta $20 miliar, tetapi permintaan melampaui $30 miliar, sehingga memungkinkan peningkatan nilai transaksi.