BlackRock merilis laporan "Re-Underwriting Bitcoin" yang merekomendasikan untuk memegang 1-2% portofolio dalam BTC demi diversifikasi jangka panjang.
Poin-poin utama:
- Penurunan harga bitcoin lebih dari 50% dari puncak Oktober 2025 sebagian besar disebabkan oleh deleveraging, melemahnya aliran modal, dan melambatnya pembelian dari treasury kripto korporat, bukan karena memburuknya prospek jangka panjang aset tersebut.
- Perhitungan BlackRock selama 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa proporsi 1-2% bitcoin dalam portofolio klasik berisi saham dan obligasi dapat meningkatkan rasio imbal hasil terhadap risiko.
- BlackRock memandang bitcoin sebagai aset moneter alternatif yang bisa semakin diminati seiring dengan meningkatnya utang pemerintah AS dan defisit anggaran.
- Dari Januari 2024 hingga September 2025, produk spot BTC menarik arus masuk sekitar $60 miliar. Dari Oktober 2025 hingga Juli 2026, sekitar $5 miliar ditarik dari produk tersebut, sementara dana AI pada periode yang sama menarik $46 miliar.
- Open interest untuk kontrak berjangka kripto saat ini melebihi $90 miliar, dengan sekitar 80% berasal dari kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa di luar CME. Guncangan tarif berikutnya menyebabkan gelombang likuidasi yang mendorong harga bitcoin turun di bawah $60.000 pada Juni 2026.
- Pasar BTC semakin matang: BlackRock mencatat penurunan volatilitas aset secara bertahap seiring berkembangnya ETF spot, kontrak berjangka, dan opsi, meskipun perdagangan dengan leverage tinggi tetap menjadi sumber pergerakan tajam.
Lanjutkan membaca artikel ini di sumber: blackrock.com