
Legislator Amerika Serikat semakin sering menggunakan ChatGPT, Claude, dan model AI lainnya dalam menyusun rancangan undang-undang. Akibatnya, para pengacara Dewan Perwakilan Rakyat menerima teks-teks yang harus benar-benar ditulis ulang dari awal.
Jaringan saraf buatan dapat membuat kesalahan yang mampu mengubah makna undang-undang:
- Mencampuradukkan mekanisme hukum;
- Menggunakan definisi yang tidak tepat;
- Mengutip norma dan bagian Kode AS yang salah;
Sebuah contoh menarik terjadi di kantor anggota Kongres Anna Paulina Luna: dalam teks resmi amandemen tersebut, frasa "Claude responded" secara tidak sengaja tersimpan.