Para anggota Partai Republik di Senat akan memasuki liburan bulan Agustus tanpa melakukan pemungutan suara atas CLARITY Act—peninjauan undang-undang tersebut ditunda setidaknya hingga bulan September, lapor Politico. Pemimpin mayoritas Senat John Thune membenarkan bahwa majelis tersebut "menunda" pemungutan suara.
Penyebabnya adalah kurangnya dukungan dari kalangan Demokrat yang diperlukan untuk meloloskan undang-undang tersebut. Negosiasi masih berlangsung. Thune dapat mengajukan permohonan cloture sebelum liburan—langkah prosedural ini akan memungkinkan persiapan pemungutan suara saat para senator kembali pada pertengahan September, namun pemungutan suara atas undang-undang tersebut tetap tidak akan dilakukan.
Para Demokrat menolak menyetujui kesepakatan mengenai jadwal yang memungkinkan percepatan penyelesaian kasus-kasus yang tersisa sebelum liburan serta membawa undang-undang kripto ke tahap pembahasan. Untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa memperpanjang sesi hingga minggu depan, para anggota Partai Republik memerlukan persetujuan bulat dari seluruh 100 senator.