Tim DeFiLlama memasukkan aset kripto asli ke dalam sebuah wallet, menyerahkannya ke versi palsu dari aplikasi mereka sendiri, dan menyaksikan uangnya hilang. Apple menghapus aplikasi scam tersebut beberapa hari kemudian.
Berbulan-bulan laporan merek dagang dan penyamaran tidak membuahkan hasil. Hanya pencurian yang didokumentasikan yang mampu menggugah peninjau Apple, menurut unggahan dari pengembang DeFiLlama, 0xngmi.
Bagaimana Aplikasi DeFiLlama Palsu Menguras Wallet Asli
DeFiLlama melacak modal yang terkunci di berbagai protokol decentralized finance (DeFi), dan para trader menggunakan dashboard-nya sebagai acuan. Kepercayaan itulah yang membuat mereknya layak dijiplak.
We had been trying to take down a fake DefiLlama app on apple’s store for months, telling Apple about trademark violations, impersonation…
Then we loaded a small wallet, downloaded the app, got drained as expected and reported it to Apple.
App was taken down in days after that
— 0xngmi (@0xngmi) August 15, 2026
Kloningannya sangat sederhana. Aplikasi tersebut hanya meminta pengguna untuk memasukkan seed phrase — 12 atau 24 kata yang mengontrol wallet — lalu menguras apa pun yang ada di dalamnya.
Tidak ada wallet atau aplikasi analitik resmi yang pernah meminta seed phrase tersebut. Tapi, badge App Store memberikan kepercayaan yang tak bisa didapat situs phishing mana pun, sehingga eksploitasi wallet iPhone terus menjadi ladang keuntungan bagi para penyerang.
Pelaku juga berhasil melewati pemeriksaan identitas Apple. Mereka mendaftarkan akun pengembang menggunakan toko sepatu kecil, yang sudah berdiri 40 tahun lalu dan sejak lama telah dibubarkan, tutur 0xngmi. Kelompok yang sama juga telah menargetkan merek kripto besar lainnya.
Akhirnya, tim berhenti mengirimkan laporan dan memilih membangun bukti. Mereka mengisi wallet tak terpakai, memasang aplikasi palsu, memasukkan seed phrase, kehilangan koin, lalu mengirimkan bukti ke Apple. Listing aplikasi itu pun lenyap dalam beberapa hari.
Berlangganan ke channel YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli
Proses Review Makin Ditekan
Kasus ini bukanlah satu-satunya. Kaspersky menemukan 26 aplikasi wallet palsu di App Store pada April, beberapa di antaranya meniru Ledger, MetaMask, dan Trust Wallet, terang penelitian mereka.
Korban jarang ceroboh. Pada bulan April, aplikasi Ledger palsu membuat musisi G. Love kehilangan hampir 6 BTC setelah ia mempercayai unduhan dari App Store. Situs peniru juga bekerja dengan cara yang sama, dan kloning phishing Uniswap meraup sekitar US$400.000 dari para trader pada Mei.
Sementara itu, tiga holder Bitcoin menggugat Apple pada akhir Juli akibat aplikasi Sparrow Wallet palsu yang mereka klaim menyebabkan kerugian bersama sebesar US$1,8 juta.
Maka dari itu, jarak insentif terlihat sangat mencolok. Merek menanggung kerusakan reputasi, pengguna menanggung kerugian finansial, dan toko terus mengumpulkan biaya.
Tim keamanan terus menunjukkan titik lemah yang sama. Chief security officer Binance baru-baru ini memaparkan bahwa phishing dan malware, bukan serangan kriptografi canggih, yang menguras wallet saat ini. Iklan palsu dan situs peniru, termasuk kampanye phishing Trezor baru-baru ini, semakin menguatkan fakta tersebut.
DeFiLlama menunda perilisan iOS-nya selama berbulan-bulan agar tidak ada pengguna yang lebih dulu mengunduh aplikasi palsu. Kehati-hatian itu membuat proyeknya kehilangan waktu dan momentum. Apakah tim lain akan meniru taktik “menguras wallet sendiri” ini, semuanya lebih banyak bicara soal proses Apple dibandingkan dunia kripto itu sendiri.