Cryptoharian – Bitcoin (BTC) kembali menguat dalam beberapa pekan terakhir dan kini diperdagangkan tepat di bawah area resistance penting yang sudah dipantau analis sejak Februari. Meski reli jangka pendek berhasil membawa harga kembali ke level krusial, BTC dinilai masih belum menunjukkan breakout yang cukup kuat untuk mengubah struktur market menjadi bullish.
Saat ini, area resisten akhir pekan berada di kisaran US$ 80.600 hingga US$ 82.000, sementara support terdekat berada di rentang US$ 79.640 hingga US$ 76.500.
Jika Bitcoin berhasil menembus resistance tersebut, target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di area US$ 84.300, yang sekaligus berfungsi menutup CME gap terbuka. Setelah itu, resistance lanjutan berada di sekitar US$ 87.500 dan US$ 90.600.
Meski harga berhasil rebound dari area rendah sebelumnya, sejumlah analis menilai masih belum ada bukti kuat bahwa Bitcoin benar-benar telah membentuk dasar (bottom) market.
Setidaknya ada tiga alasan utama yang mendasari pandangan tersebut.
Pertama, Bitcoin belum menyentuh level long-term holder realized price berdasarkan model biaya on-chain. Dalam siklus bear market sebelumnya, level ini selalu disentuh, bahkan sering kali ditembus secara tegas sebelum harga benar-benar membentuk dasar utama.
Baca Juga: Perusahaan Donald Trump Boncos Besar Gara-Gara Kripto
Kedua, penurunan Bitcoin dari all-time high saat ini masih berada di kisaran 53 persen hingga 54 persen. Secara historis, bear market Bitcoin biasanya mencatat koreksi lebih dalam, yakni sekitar 60 persen hingga 84 persen, sebelum akhirnya menemukan titik bottom.
Ketiga, dari sisi teknikal, analisis Elliott Wave menunjukkan bahwa kenaikan saat ini masih berpotensi menjadi bagian dari B-wave relief rally, atau pantulan sementara di tengah struktur bearish yang lebih besar. Jika pola ini berlanjut, masih ada peluang terbentuknya C-wave decline atau penurunan lanjutan pada paruh akhir tahun.
Apabila pola bearish berkembang penuh, analis memperkirakan target penurunan berikutnya bisa berada di kisaran US$ 38.000 hingga US$ 39.000.
Area ini mencerminkan koreksi sekitar 70 persen dari puncak harga tertinggi Bitcoin, sekaligus selaras dengan level Fibonacci retracement yang umum digunakan untuk mengukur besarnya koreksi dalam siklus market sebelumnya.
Meski demikian, analis menegaskan bahwa target tersebut belum bisa dianggap pasti.
Struktur B-wave masih perlu membentuk puncak terlebih dahulu sebelum potensi C-wave dapat diukur dengan lebih akurat.