Penolakan terhadap data center AI kini meluas, tidak hanya di AS. Warga di Australia, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia sekarang menentang proyek-proyek yang direncanakan dekat permukiman mereka.
Di Sydney, perusahaan properti terbesar di Australia membatalkan rencana pembangunan data center yang lokasinya hanya sekitar 20 meter dari rumah-rumah warga. Rencana ini telah mendapat penolakan keras dari warga lokal.
Warga dari Sydney sampai Korea Melawan Proyek Data Center
Goodman memastikan tidak akan melanjutkan Project Mars di kawasan Lane Cove. Perusahaan itu menjelaskan keputusannya lewat surat.
“Goodman telah mempertimbangkan secara saksama perubahan-perubahan ini beserta masukan yang diterima selama proses perencanaan, termasuk pandangan masyarakat sekitar … Goodman telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pengajuan pembangunan,” terang perusahaan itu.
Sementara itu, pemerintah Victoria mengumumkan aturan baru bulan lalu. Data center yang baru wajib menggunakan energi terbarukan sendiri dan dilarang memakai air minum untuk pendinginan. Letaknya juga harus minimal 150 meter dari permukiman warga, lapor ABC.
Di Korea Selatan, warga distrik Geumcheon di Seoul meminta agar izin pembangunan data center dicabut. Selama beberapa bulan, mereka sudah berunjuk rasa di depan kantor pemerintah setempat pada pagi hari kerja, seperti diberitakan CNBC.
Di Jepang, warga Inzai, sebuah kota penyangga Tokyo, telah menggugat perusahaan yang mengesahkan rencana data center dekat rumah mereka. Gugatan mereka menyebutkan polusi suara, udara panas, serta kehilangan sinar matahari. Di Malaysia, lebih dari 50 orang mengadakan aksi protes data center pertama di negeri itu pada Februari lalu di Johor. Protes tersebut terjadi akibat kekhawatiran polusi dan penggunaan air.
Di Eropa, lebih dari 70 proyek ditolak atau dibatasi pada awal 2026, menurut pemantauan European Data Centre Monitor.
Hampir US$200 Miliar Proyek Data Center di AS Terhenti karena Penolakan Warga
Di AS, penolakan masyarakat menyebabkan sekitar 120 proyek data center bernilai hampir US$200 miliar terkendala atau tertunda sepanjang paruh pertama 2026. Angka itu berasal dari riset Data Center Watch.
Negara bagian New York dan Texas juga menghentikan penerbitan izin proyek-proyek besar di tingkat negara bagian.
Sentimen publik juga makin keras seiring banyaknya penundaan itu. Survei Quinnipiac University pada 30 September menunjukkan 72% orang dewasa di AS menolak data center AI di lingkungan mereka. Pada Maret, angka tersebut 65%.
Amazon merespons dengan komitmen dana US$1 miliar untuk masyarakat di sekitar lokasi pembangunan dan pengoperasian data center. CEO AWS, Matt Garman, mengingatkan bahwa penolakan warga mengancam keunggulan negara itu di bidang AI.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis berbagi insight ahli