Presiden Trump kembali menegaskan bahwa setiap warga Amerika akan menerima US$5.000 sebagai “Dividen Trump” jika Partai Republik menang dalam pemilu paruh waktu November.
Pembayaran bantuan bergaya stimulus sebelumnya terbukti memberikan dampak positif untuk pasar aset kripto dan harga Bitcoin. Lantas, apakah kemenangan Partai Republik memang bisa menjadi sentimen bullish buat harga Bitcoin?
If Republicans win the House of Representatives and the Senate in the 2026 Midterm Elections, I’m going to give all adult citizens in the United States of America, $5,000! Thank you for your attention to this matter, and I look forward to signing those checks! pic.twitter.com/YOkESiUBrc
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) October 3, 2026
Apa Itu Dividen Trump, dan Bisa Membantu Bitcoin Naik?
Dividen Trump mengusulkan pembayaran sebesar US$5.000 ke sekitar 240 hingga 250 juta orang dewasa yang memenuhi syarat, asalkan Partai Republik berhasil menguasai seluruh kursi di Kongres.
Total biayanya akan melebihi US$1,2 triliun, jauh lebih besar dari pembayaran era COVID, yang jumlah maksimalnya sekitar US$3.200 per orang dewasa lewat beberapa tahap bantuan.
Penelitian dari The Fed Cleveland menemukan bahwa bantuan senilai US$1.200 sebelumnya hanya menambah volume pembelian Bitcoin sebesar 3,8% dan harga naik 0,7%, di mana hanya 0,02% dari total dananya mengalir ke BTC.
Meski begitu, BeInCrypto melihat adanya potensi positif. Pembelian Bitcoin naik setiap kali ada stimulus baik di era Trump maupun Biden, yang menunjukkan masuknya dana ke aset kripto meskipun porsinya kecil.
Investor Anthony Pompliano berpendapat bahwa bantuan dengan nominal lebih besar kemungkinan besar akan mendorong harga Bitcoin, emas, dan tanah naik secara bersamaan.
Trump claims that if the Democrats win the midterms, which is very likely, we will have "an economic depression the likes of 1929." So despite his being able to veto anything they pass, the economy he now claims is the strongest ever will immediately collapse into a depression.
— Peter Schiff (@PeterSchiff) October 3, 2026
Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$85.000. Jika Partai Republik menguasai pemilu paruh waktu dan cek US$5.000 dari Trump benar-benar dikirimkan, besarnya likuiditas itu berpotensi untuk mendorong harga Bitcoin menuju rentang US$95.000 hingga US$100.000, apalagi kini ada akses ETF yang lebih luas serta permintaan institusi yang kuat.
Namun, pasar aset kripto saat ini kelihatan jauh kurang bergantung pada hasil pemilu AS dan lebih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro. Jika kemenangan Demokrat di pemilu paruh waktu membuat perang Trump dengan Iran berakhir, bisa saja ini justru mendatangkan sentimen bullish yang lebih kuat bagi aset kripto dan seluruh pasar keuangan.
Apakah Janji US$5.000 Benar-Benar Akan Terwujud?
Pasar prediksi menaruh keraguan serius soal skenario ini, dan data saat ini justru menunjukkan sebaliknya. Kontrak midterm 2026 milik Polymarket memberi peluang kemenangan penuh Partai Republik, yang diperlukan untuk menjalankan rencana ini, hanya sebesar 7% per awal Oktober.
Sementara itu, peluang kemenangan Demokrat memimpin dengan 65%, sedangkan peluang Kongres terbelah sebesar 29%. Kontrak ini sudah mencatat volume trading lebih dari US$16 juta, dan jarak antara kedua kemungkinan ini semakin melebar.
Keseimbangan Kekuatan: Pemilu Paruh Waktu 2026 | Sumber: Polymarket
Soal pendanaan juga belum selesai, karena pendapatan dari tarif jauh dari cukup untuk menutupi biaya program ini. Janji Trump sebelumnya yang belum pernah terealisasi, termasuk terkait DOGE dan dividen tarif, makin menambah keraguan di kalangan trader dan analis yang memantau peluang pemilu paruh waktu dengan cermat.
Jika pembayaran benar-benar diberikan, injeksi likuiditas itu kemungkinan akan menguntungkan Bitcoin, terutama dengan akses ETF yang lebih luas dan adopsi institusional saat ini.
Inflasi tambahan yang terjadi juga bisa memperkuat narasi Bitcoin sebagai lindung nilai di kalangan investor. Tapi dengan peluang kemenangan Demokrat yang kini lebih besar, pasar sepertinya akan menganggap janji ini hanya sebagai retorika kampanye, bukan pemicu harga dalam waktu dekat, setidaknya untuk saat ini.