Goldman Sachs memberikan rekomendasi beli pada 5 saham menjelang musim laporan keuangan yang akan datang. Empat saham mengalami penurunan sepanjang 2026, hanya Baker Hughes yang menjadi satu-satunya saham yang naik.
Pilihan saham ini mencakup taman hiburan, jasa pengiriman paket, periklanan, perbankan Amerika Latin, dan layanan lapangan minyak. Semua perusahaan ini akan merilis laporan keuangan mereka antara akhir Oktober hingga pertengahan November.
Goldman Sachs Bertaruh pada Perusahaan yang Banyak Merugi
Nu Holdings, induk bank digital Nubank dari Brasil, jadi yang paling kena imbas di antara 5 saham tersebut. Sahamnya ditutup di harga US$13,43 pada 2 Oktober, turun 19,77% sejak Januari. Angka ini juga menunjukkan Nu masih sekitar 29% di bawah titik tertingginya dalam 52 minggu, yakni US$18,98.
Disney dan Omnicom berada di posisi tengah. Saham Disney turun 10,18% tahun ini menjadi US$102,19, sedangkan Omnicom terkoreksi 8,17% ke US$74,15.
UPS bertahan sedikit lebih baik dengan penurunan 6,22% menjadi US$93,02. Sementara itu, Baker Hughes bergerak berlawanan arah dengan kenaikan 22,97% sepanjang tahun ini hingga ditutup di US$56.
Jadi, ada selisih hampir 43 poin persentase antara performa terbaik dan terburuk dari 5 pilihan Goldman.
Pilihan Saham Goldman Sachs Menjelang Laporan Keuangan Q3 | Sumber: BeInCrypto/Google Finance
Apa yang Dilihat Goldman Sachs Tapi Terlewatkan Pasar?
Bagi Nu, analis Tito Labarta memfokuskan perhatian pada langkah perusahaan untuk masuk ke kredit konsumen di AS. Ia menetapkan target harga US$23, sekitar 71% di atas harga penutupan Jumat lalu.
“Kami pikir pendekatan digital NU yang sangat murah dengan pengalaman konsumen yang kuat dapat memungkinkannya berhasil masuk ke pasar,” terang Labarta.
Pada Disney, analis Michael Ng memangkas target ke US$140 dari US$144, yang masih sekitar 37% di atas harga penutupan Jumat lalu.
Ng melihat Disney sedang berada di tahap awal siklus investasi yang meliputi produk dan divisi Experiences-nya. Ia memperkirakan laba per saham (EPS) Disney akan tumbuh rata-rata 13% setiap tahun.
UPS telah menyelesaikan penurunan volume pengiriman untuk Amazon, berdasarkan rilis laporan keuangan kuartal kedua. Goldman memperkirakan pertumbuhan laba akan semakin stabil setelah proses penurunan dan pemangkasan biaya selesai. Goldman juga memprediksi jaringan domestik UPS akan semakin ramping dan otomatis seiring berkurangnya beban dari Amazon.
Goldman juga meyakini Wall Street meremehkan pertumbuhan organik Omnicom, yang dipimpin ekspansi dua digit di bisnis media-nya. Goldman menandai laporan Omnicom pada 20 Oktober sebagai potensi pemicu pergerakan harga.
“Dengan harga saham yang diperdagangkan di 6x EPS 2027e, kami rasa hasil Q3 bisa jadi pemicu positif.”
Terakhir, Goldman kembali mengulas saham Baker Hughes bulan lalu dengan rekomendasi beli dan target US$71, sekitar 27% di atas harga penutupan Jumat lalu.
Analis Neil Mehta menyoroti sinergi dari akuisisi Chart Industries yang kini telah rampung. Goldman menjadi salah satu penasihat Baker Hughes pada akuisisi tersebut dan juga membantu dalam pembiayaan utangnya.
Pemilihan saham ini agak bertolak belakang dari pandangan yang lebih hati-hati terhadap musim laporan keuangan. Jim Cramer sudah mengingatkan bahwa hasil kuartal ini bisa saja tidak sekuat yang diharapkan para investor.
Laporan Omnicom pada 20 Oktober akan menjadi ujian pertama untuk pilihan Goldman. UPS dan Baker Hughes akan menyusul pada 27 Oktober. Disney dan Nu Holdings diperkirakan melaporkan paling akhir, sekitar 12 November.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli