Pada 5 Juni 2025, sebuah wallet Tron menyimpan US$37,3 juta dalam USDT ketika Tether mulai memasukannya ke daftar hitam. Proses pembekuan ini butuh waktu 5,7 menit untuk disetujui melalui wallet multisignature milik penerbit. Dua menit sebelum persetujuan terakhir, seluruh saldo sudah berpindah.
Jadi, selalu ada perlombaan dramatis antara jaringan seperti Tether dan pelaku kejahatan, yang seringkali berlangsung dalam hitungan detik. Riset terbaru dari perusahaan analitik blockchain BitOK menemukan bahwa Tether sekarang melakukan blacklist USDT lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Persetujuan pertama masih bisa mengungkap alamat target di on-chain sebelum cukup penandatangan menyelesaikan pembekuan.
BitOK mengklasifikasikan 107 kejadian sebagai intersepsi bersih dalam 12 bulan terakhir, dengan US$127,6 juta keluar dari alamat target di antara pengajuan dan eksekusi. Jumlah tersebut 6,1 kali lebih besar dari nilai bruto di tahun sebelumnya. Angka ini menjumlahkan aktivitas pada setiap peristiwa blacklist dan mungkin mencakup pelaku yang sama lebih dari sekali.
Bagaimana Tether Berlomba Membekukan USDT Ilegal
Taruhannya jauh lebih besar dari sekadar satu laporan analitik. USDT merupakan stablecoin terbesar di dunia, dengan nilai pasar saat ini sekitar US$183 miliar. Pembekuan yang dikendalikan oleh penerbit kini menjadi bagian dalam upaya pemulihan hukum.
Departemen Kehakiman AS mengapresiasi bantuan Tether dalam kasus penipuan senilai US$225,3 juta pada 2025, sementara T3 Financial Crime Unit yang didukung Tether mengklaim telah membekukan lebih dari US$300 juta di 23 yurisdiksi.
Proses Pembekuan USDT Dimulai Dengan Peringatan Terbuka
Tether bisa menghentikan USDT yang disimpan pada suatu alamat dengan memasukkannya ke daftar hitam kontrak token tersebut. Di Ethereum dan Tron, permintaan pembekuan ini melewati wallet multisignature: tiga dari enam pemilik harus menyetujui di Ethereum, sedangkan dua dari tiga di Tron.
Penandatangan pertama mengajukan alamatnya. Penandatangan lain mengkonfirmasi. Sampai batas persetujuan tercapai, alamat dan aksi yang akan dilakukan bersifat publik, dan USDT masih bisa dipindahkan.
BitOK meneliti aktivitas mulai 1 Mei 2024 hingga 9 Mei 2026. Dari 7.562 alamat yang masuk daftar hitam, rentang waktu median dari pengajuan hingga eksekusi turun dari 3 jam 10 menit menjadi 1 jam 46 menit di Ethereum.
Median waktu di Tron turun dari satu jam 57 menit menjadi satu jam 30 menit.
Tidak ada perubahan pemilik atau persyaratan persetujuan multisig selama penelitian berlangsung. Peningkatan kecepatan berasal dari koordinasi penandatangan yang lebih baik, tanpa mengubah urutan dasar prosesnya.
Gambar 1. Median waktu antara pengajuan blacklist dan eksekusi, per bulan. Sumber: BitOK
Lonjakan Enam Kali Lipat Menyimpan Masalah Penghitungan
BitOK menggunakan definisi ketat untuk kasus bersih: setidaknya 95% dari saldo awal keluar selama jendela waktu, dan tidak lebih dari 5% sisa ketika pembekuan dilakukan. Mereka menemukan 93 peristiwa di Tron, mewakili arus keluar bruto senilai US$75,25 juta, dan 14 di Ethereum senilai US$52,38 juta. Periode sebelumnya hanya menghasilkan US$20,9 juta dari 62 kejadian.
Ini adalah total per kejadian, bukan kerugian unik. Dalam satu urutan di Ethereum, sekitar US$3,83 juta berpindah melalui beberapa alamat saat Tether mengikutinya. Lima peristiwa blacklist menghasilkan arus keluar terukur sebanyak US$19,14 juta walau BitOK memperkirakan nilai pokok yang benar-benar terpantau antara US$3,83 juta dan US$7,66 juta.
Penentuan waktu di on-chain juga tidak selalu bisa mengidentifikasi semua pelaku atau membuktikan alasan di balik tiap transfer. Bukti paling kuat dari otomasi adalah pergerakan berulang yang berhasil lebih cepat dari tanda tangan akhir oleh beberapa detik. Dataset dan skrip perhitungannya tersedia publik di GitHub, sehingga klasifikasinya bisa diverifikasi mandiri.
Gambar 2. Jendela waktu lebih lama menampung lebih banyak arus keluar, sedangkan sejumlah transfer besar terjadi di waktu singkat. Sumber: BitOK
Bahkan Lima Menit Saja Sudah Cukup
Kasus Tron senilai US$37,3 juta menunjukkan betapa sedikitnya waktu yang dibutuhkan jika transfer sudah siap. USDT keluar dari alamat target dan masuk ke router SunSwap V3, di mana BitOK menelusuri swap yang menghasilkan sekitar 133,7 juta TRX. Setelah dikonversi, kontrak USDT Tether tidak bisa lagi langsung membekukan dana tersebut.
Di Ethereum, perlombaannya lebih ketat. Pada Juli 2025, lima transfer terkait senilai sekitar US$3,83 juta masing-masing bergerak antara 24 hingga 96 detik sebelum pembekuan berlangsung. Satu alamat lain berhasil memindahkan US$27,12 juta dengan sisa waktu 528 detik.
Penantian lebih lama menaikkan peluang sebagian dana keluar di Tron. Pergerakan uang dolar dalam jumlah besar terkonsentrasi di sisi waktu pendek: US$44,94 juta dari total US$75,25 juta arus keluar bersih di Tron terjadi di jendela waktu kurang dari satu jam.
Gambar 3. Siklus bulanan USDT yang ditargetkan masuk daftar blacklist di Tron. Sumber: BitOK
Gambar 4. Siklus bulanan USDT yang ditargetkan masuk daftar blacklist di Ethereum. Sumber: BitOK
Tether Sudah Pernah Mencoba Jalur yang Lebih Cepat
Data yang sama menunjukkan bahwa Tether hampir bisa menghilangkan waktu tunggu jika sebuah operasi telah dikoordinasikan terlebih dahulu.
Pada bulan Maret 2026, waktu median di Ethereum turun menjadi nol menit, sehingga beberapa pengajuan dan eksekusi tercatat langsung di blok yang sama. Waktu median di Tron pun turun menjadi 1,6 menit di bulan tersebut. Selama setahun terakhir, sekitar 16% freeze di Ethereum dan 17% freeze di Tron dieksekusi kurang dari dua menit.
BitOK menyebut ini sebagai mode darurat dan menyampaikan bahwa pola ini konsisten dengan persiapan off-chain, walaupun blockchain tetap tidak dapat memperlihatkan proses internal Tether.
Penelitian ini juga menemukan tujuh kasus di tahun 2025 di mana proses blacklist dan pemusnahan terjadi di satu blok, dengan total US$32,02 juta. Hampir seluruh jumlah tersebut berasal dari satu operasi senilai US$31,77 juta.
Penelitian ini merekomendasikan pengumpulan tanda tangan secara privat sebelum mengajukan transaksi atomic, atau membuat jalur darurat resmi untuk kasus-kasus sensitif. Tether sudah membuktikan bahwa koordinasi cepat sangat mungkin dilakukan.